Analisa Komposisi Kepengurusan MUI PPU Periode 2021-2026

19d8bef433f89

Dominasi Tokoh NU dan ASN: Memotret Profil Sosio-Demografis Lokal

PENAJAM – Sebuah data terbaru merilis gambaran mendalam mengenai profil latar belakang tokoh dan masyarakat di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Data tersebut menyoroti tiga aspek utama: afiliasi organisasi kemasyarakatan (ormas), latar belakang pekerjaan, dan sebaran domisili.

1. Afiliasi Ormas: NU Memegang Kendali Mayoritas

Dalam peta kekuatan organisasi, Nahdlatul Ulama (NU) tampil sebagai ormas dengan basis massa paling solid, mencapai 32% dari total populasi yang didata. Angka ini terpaut cukup jauh dari kelompok Lainnya/Profesional (17,3%) dan organisasi kedaerahan seperti Banjar (12%).

 

Sementara itu, organisasi keagamaan lainnya menunjukkan persentase yang kompetitif, di antaranya:

     

      • Muhammadiyah: 10,7%

      • IKADI: 8%

      • Hidayatullah: 6,7%

      • Paser (Kedaerahan): 5,3%

    2. Pekerjaan: Birokrasi dan Pendidikan Jadi Tulang Punggung

    Beralih ke latar belakang profesi, grafik batang menunjukkan dominasi yang sangat kuat dari sektor publik. Kelompok PNS/ASN/Pejabat menempati posisi teratas dengan jumlah mencapai 24 orang. Posisi berikutnya diikuti oleh kelompok Pensiunan (13 orang), serta tenaga pendidik yang terdiri dari Guru/Ustaz/Pendidik (9 orang) dan PPPK/Honorer (9 orang).

    Dominasi kelompok birokrat dan akademisi ini mengindikasikan bahwa struktur sosial di wilayah ini banyak dipengaruhi oleh figur-figur yang memiliki pengalaman dalam administrasi publik dan pendidikan formal.

    3. Geografis: Penajam Sebagai Pusat Konsentrasi

    Secara geografis, distribusi domisili menunjukkan pemusatan massa yang sangat timpang di satu titik. Kecamatan Penajam menjadi rumah bagi mayoritas mutlak dengan angka mencapai 72%.

    Wilayah lainnya tersebar dengan angka yang jauh lebih kecil, yakni:

       

        • Sepaku: 14,7%

        • Waru: 8%

        • Babulu: 4%

        • Tidak Diketahui: 1,3%


      Kesimpulan: Data ini menunjukkan bahwa profil kelompok ini merupakan perpaduan antara kekuatan religiusitas tradisional (NU) dan kekuatan birokrasi (ASN), dengan pusat aktivitas yang berpusat di wilayah administratif utama, yakni Kecamatan Penajam.

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *