PENAJAM – Momentum Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah menjadi panggung pembuktian bagi para juru sembelih halal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Angkatan 1 Alumni Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyembelihan Hewan Kurban yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Kalimantan Timur tampak dengan gembira dan penuh antusias mempraktikkan ilmu yang telah mereka timba langsung di lapangan.
Aksi nyata para alumni ini tersebar merata di berbagai wilayah Benuo Taka, mulai dari Kecamatan Sepaku, Babulu, Waru, hingga Penajam. Mereka turun langsung ke masjid-masjid dan lokasi penyembelihan guna memastikan seluruh prosesi kurban berjalan sesuai dengan standar syariat sekaligus pemenuhan aspek teknis yang higienis.
Apresiasi Direktur LPPOM MUI Kaltim
Keberhasilan dan semangat para alumni Angkatan 1 ini mendapat respons positif dan apresiasi mendalam dari pihak penyelenggara. Direktur LPPOM MUI Kaltim menyampaikan rasa syukur atas dedikasi para alumni yang konsisten mengawal kualitas daging kurban di masyarakat.
“Alhamdulillah, semoga semua proses pemotongannya selalu memperhatikan Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) dan Ihsan,” ungkap Direktur LPPOM MUI Kaltim dalam pesannya.
Dua aspek yang ditekankan tersebut—Kesrawan dan Ihsan—merupakan pilar utama dalam penyembelihan modern yang sesuai syariat. Kesejahteraan hewan memastikan bahwa hewan kurban diperlakukan dengan sangat baik, tidak stres, dan menggunakan bilah pisau yang sangat tajam agar tidak menyiksa. Sementara prinsip Ihsan menuntut profesionalisme dan kesempurnaan dalam setiap tahapan, mulai dari penanganan hewan hidup hingga menghasilkan daging kurban yang bersih, suci, serta aman dikonsumsi (thayyib).
Sinergi Se-Kabupaten PPU
Kehadiran alumni dari empat kecamatan utama di PPU (Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku) membuktikan bahwa edukasi penjaminan produk halal kini semakin merata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Warga di sekitar lokasi penyembelihan pun merasa lebih tenang karena hewan kurban mereka ditangani oleh para ahli yang telah tersertifikasi dan dibekali ilmu dari LPPOM MUI Kaltim.
Melalui praktik lapangan ini, diharapkan standar penyembelihan hewan di Kabupaten Penajam Paser Utara terus meningkat setiap tahunnya. Alumni Bimtek LPPOM MUI Kaltim telah menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga manifestasi kasih sayang kepada makhluk hidup dan tanggung jawab menjaga kehalalan konsumsi umat.