PENAJAM – Persiapan menuju tanah suci bagi calon jamaah haji Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dimulai. Pada hari ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten PPU menghadiri seremoni pembukaan Bimbingan Manasik Haji Tahun 1447 H / 2026 M yang diselenggarakan di Aula Kantor Urusan Haji dan Umroh PPU.

Acara secara resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, yang hadir mewakili Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya manasik sebagai bekal bagi para jamaah agar dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan sempurna.
Tahun ini, tercatat sebanyak 150 jamaah calon haji asal Kabupaten PPU yang dijadwalkan akan berangkat ke baitullah. Kehadiran para tokoh penting dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kenyamanan dan kesiapan para tamu Allah tersebut.
Selain dihadiri oleh pihak sekretariat daerah, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya: Kepala Kantor Kemenag PPU, Plt. Kantor Haji dan Umroh PPU, Kabag Kesra Setda PPU, serta Petugas Haji Daerah dan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia.
Sinergi antar-instansi ini diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pemberangkatan hingga kepulangan jamaah berjalan tanpa hambatan berarti.
Doa Munajat untuk Keselamatan Jamaah
Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Ketua MUI PPU memimpin doa munajat di penghujung acara. Dalam untaian doanya, beliau memohon kepada Allah SWT agar seluruh jamaah haji asal PPU senantiasa diberikan Kesehatan yang prima selama menjalankan ibadah, Kelancaran dalam setiap, tahapan rukun haji, Kekompakan antar sesama jamaah di tanah suci, Keselamatan hingga kembali ke tanah air, Kebahagiaan serta menyandang gelar haji yang mabrur.
“Semoga kebersamaan ini menjadi awal yang baik bagi 150 jamaah kita. Kita berharap mereka berangkat dengan hati yang bersih dan pulang dengan keselamatan serta kebahagiaan,” ujar Ketua MUI PPU dalam petikan doanya.
Dengan dibukanya manasik ini, para jamaah akan mengikuti serangkaian pelatihan intensif mengenai tata cara ibadah haji, kesehatan, hingga regulasi perjalanan internasional sebelum jadwal keberangkatan resmi nantinya.