PENAJAM PASER UTARA — Dewan Pimpinan Daerah Majelis Ulama Indonesia (DPD MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas pengukuhan Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag. sebagai Guru Besar (Profesor) dalam Bidang Ilmu Ekonomi Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Nurjati Cirebon.
Pencapaian akademik tertinggi ini menjadi momentum penting dan membawa harapan besar bagi pengembangan literasi serta penerapan ilmu ekonomi Islam, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan keumatan saat ini.
MUI Kabupaten Penajam Paser Utara berharap agar ilmu, dedikasi, serta kepakaran yang diraih oleh Prof. Dr. Abdul Aziz dapat memberikan keberkahan yang melimpah demi kemajuan syiar Islam dan kemaslahatan kemanusiaan.
Korelasi Strategis dengan Pembangunan IKN dan Pilar Ekonomi Keumatan
Seiring dengan penetapan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai kawasan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), DPD MUI PPU memandang keberadaan kepakaran di bidang Ekonomi Syariah menjadi sangat relevan dan strategis.
“Pemerintah Kab. Penajam Paser Utara bersama MUI Kabupaten terus bersinergi dalam pemberdayaan ekonomi keumatan. Ilmu dan pengabdian yang telah diraih oleh Prof. Dr. Abdul Aziz ini diharapkan dapat diimplementasikan di Benuo Taka dalam menyongsong kemandirian ekonomi umat” ujar Ketua MUI PPU ketika dihubungi via SMS.
Saat ini, MUI PPU tengah gencar dan fokus membangun pilar-pilar ekonomi keumatan guna memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku aktif dalam arus pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan IKN. Penguatan ekonomi berbasis syariah—seperti pemberdayaan UMKM halal, penguatan lembaga keuangan syariah mikro, serta pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) secara produktif—menjadi tumpuan utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat.
Langkah strategis ini membutuhkan landasan keilmuan dan riset yang kokoh. Oleh karena itu, pengukuhan Guru Besar di bidang Ekonomi Syariah diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran, arah kebijakan, serta model pemberdayaan yang adaptif bagi daerah-daerah berkembang seperti Penajam Paser Utara.
Dengan hadirnya akademisi dan pakar ekonomi syariah, MUI PPU optimistis kolaborasi antara ulama, akademisi, dan pemerintah daerah dapat terjalin lebih erat demi terwujudnya tatanan ekonomi keumatan yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang Ibu Kota Nusantara.