Menghadapi Musim Kemarau, Komisi Fatwa MUI PPU Terbitkan Taushiyah Diniyah

PENAJAM — Memasuki musim kemarau, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Komisi Fatwa menerbitkan imbauan keagamaan (Taushiyah Diniyah) bagi seluruh lapisan masyarakat. Imbauan ini bertujuan untuk membimbing umat Islam agar tetap bijak, waspada, serta berikhtiar secara lahiriah dan batiniah dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Dalam poster Taushiyah Diniyah tersebut, Komisi Fatwa MUI PPU menyampaikan empat poin utama yang patut menjadi perhatian bersama:

1. Bijak & Hemat Air

MUI PPU mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan mempergunakan sumber daya air secara efisien. Beberapa langkah konkret yang dianjurkan antara lain:

  • Mematikan keran air saat sedang tidak digunakan.

  • Memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan-kebutuhan pokok harian.

2. Cegah Kebakaran

Bahaya kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman menjadi salah satu ancaman serius selama musim kemarau. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, warga diimbau untuk:

  • Hindari membakar sampah secara sembarangan.

  • Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik.

  • Segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan titik api.

3. Jaga Kesehatan

Kondisi cuaca kering dan berdebu berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk:

  • Mengonsumsi air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

  • Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan yang berdebu.

  • Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi.

4. Perbanyak Doa & Istighfar

Selain upaya fisik (ikhtiar dhahir), MUI PPU juga mengajak seluruh umat untuk menguatkan spiritualitas (ikhtiar bathin), yaitu dengan:

  • Memohon ampunan kepada Allah SWT (istighfar).

  • Memanjatkan doa agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat.

  • Memperbanyak pelaksanaan shalat Istisqa’ (shalat memohon hujan) sesuai dengan anjuran yang ada.

Melalui Taushiyah Diniyah ini, MUI Kabupaten Penajam Paser Utara berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu-membahu menjaga lingkungan dan keselamatan bersama selama masa kemarau berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *