Bekali Jemaah Haji, Ketum MUI PPU Rilis Kitab “Risalah Mukhtasarah fi Adab Istiqbal al-Haj al-Mabrur”

PENAJAM – Menjelang kepulangan jemaah haji ke tanah air, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), KH. Abu Hasan Mubarok, resmi menerbitkan karya literatur keagamaan terbaru berjudul Kitab Risalah Mukhtasarah fi Adab Istiqbal al-Haj al-Mabrur.

Kitab ringkas namun padat ini disusun secara khusus sebagai panduan spiritual, fikih, serta tuntunan akhlak bagi masyarakat, keluarga, maupun para jemaah haji itu sendiri dalam menyambut kepulangan dari Tanah Suci agar predikat haji mabrur yang diraih dapat terjaga kelestariannya.

Mendapat Sambutan Hangat dan Kata Pengantar Tokoh Akademisi

Kehadiran kitab ini terasa semakin berbobot dengan diberikannya kata pengantar langsung oleh akademisi terkemuka, Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., SM., M.Ag. Dalam ulasannya, Prof. Abdul Aziz memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KH. Abu Hasan Mubarok yang jeli melihat kebutuhan umat akan panduan pasca-haji.

“Kehadiran risalah ini menjadi jembatan penting yang membimbing umat agar tidak terjebak pada euforia seremonial semata saat menyambut kepulangan jemaah haji. Kitab ini berhasil membedah esensi adab, doa, dan tata cara menyambut kepulangan tamu Allah sesuai sunnah, sekaligus membekali jemaah agar kemabruran haji mewujud dalam kesalehan sosial di tengah masyarakat,” tulis Prof. Abdul Aziz dalam kata pengantarnya.

Intisari Kitab: Menjaga Kemabruran Pasca-Haji

Secara garis besar, Risalah Mukhtasarah fi Adab Istiqbal al-Haj al-Mabrur mengupas beberapa poin krusial, di antaranya:

  1. Adab Menyambut Jemaah Haji: Bagaimana tuntunan Islam bagi keluarga dan kerabat saat menjemput jemaah, termasuk anjuran memohon doa dari mereka yang baru pulang, karena doa jemaah haji yang mabrur dikabulkan.
  2. Adab Jemaah Memasuki Kampung Halaman: Tuntunan sunnah bagi jemaah yang baru tiba, seperti melakukan shalat sunnah dua rakaat di masjid terdekat (shalat qudum) sebelum memasuki rumah.
  3. Merawat Nilai Haji Mabrur: Panduan praktis bagi alumni jemaah haji agar mampu mempertahankan konsistensi ibadah, keluhuran akhlak, dan peningkatan kepedulian sosial setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

KH. Abu Hasan Mubarok berharap kitab ini dapat menjadi rujukan berharga, khususnya bagi masyarakat di Penajam Paser Utara, agar setiap momentum ibadah haji membawa dampak perubahan spiritual dan sosial yang nyata di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *