PENAJAM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), KH. Abu Hasan Mubarok, menghadiri prosesi wisuda santri TPQ/TPA yang berlangsung khidmat di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas PPU, Sabtu (18/4).
Menyiapkan Karakter Sebelum Ilmu

Penanamkan ‘Adab’ sebelum ilmu kepada para santri sejak dini adalah hal penting yang harus dijadikan pijakan dasar dalam pendidikan. Bahwa di era digital yang penuh tantangan ini, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi harus memiliki integritas dan pondasi spiritual yang kokoh.
“Pembangunan fisik IKN yang megah di wilayah kita harus diimbangi dengan pembangunan jiwa yang kokoh melalui pendidikan Al-Qur’an,” pesan beliau saat ditemui kru mediamuipenajam.
Membentengi Generasi Muda
Kehadiran Ketua Umum dalam agenda ini merupakan bagian dari pilar Penjaga Stabilitas dan Ketahanan Sosial yang dicanangkan dalam visi strategis MUI PPU. Melalui penguatan pendidikan di tingkat TPQ/TPA, MUI PPU berupaya membentengi pemuda dengan nilai-nilai ukhuwah agar mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi subjek penentu arah peradaban di masa depan.
Langkah ini sejalan dengan misi MUI PPU untuk menciptakan Generasi Rabbani yang mampu menyeimbangkan antara akal (intelektualitas) dan wahyu (spiritualitas) dalam menghadapi dinamika metropolitan global.
Apresiasi dan Harapan
Acara wisuda ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Penajam untuk melihat hasil nyata dari kolaborasi pembinaan umat. KH. Abu Hasan Mubarok berharap para santri yang lulus hari ini dapat terus melanjutkan literasi agama mereka, sehingga mampu menjadi filter terhadap sebaran hoaks dan paham menyimpang yang kerap mencatut nama agama di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, MUI PPU kembali membuktikan perannya sebagai khadimul ummah (pelayan umat) yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan transisi sosial-religius di episentrum Nusantara berjalan harmonis.