Mengenal Sejarah Ritual Ibadah Haji

Ritual haji secara efektif dimulai pada hari ke-8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) dan berlanjut hingga hari ke-13 Dzulhijjah, di mana para jamaah haji melakukan ritual mereka di Mekah dan tempat-tempat suci (Mina, Arafah, Muzdalifah). Ritual ini memakan waktu antara 5 hingga 6 hari, dimulai dengan ihram dan menuju Mina, diikuti dengan wukuf di Arafah, penyembelihan, melempar jumrah, dan tawaf wada’.

Jadwal Ritual Haji (8-13 Dzulhijjah):

8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah): Jamaah haji berihram dan menuju Mina untuk bermalam.

9 Dzulhijjah (Hari Arafah): Rukun haji terpenting, di mana jamaah haji wukuf di Arafah, kemudian bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam.

10 Dzulhijjah (Hari Nahr): Idul Adha, melempar jumrah Aqabah, penyembelihan, mencukur rambut, dan tawaf Ifadah.

11-13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq): Bermalam di Mina dan melempar ketiga jumrah setiap hari.

Tawaf Wada’: Langkah terakhir sebelum meninggalkan Mekah.

Sejarah dan Perkembangan Ritual:

Asal-usul: Ritual haji didirikan pada masa Nabi Ibrahim -alaihis salam-, yang membangun Ka’bah.

Islam: Nabi Muhammad ﷺ menetapkan haji dalam bentuknya yang sekarang sekitar tahun 632 M (10 H) setelah mereformasi praktik-praktik jahiliyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *