Sambut Dzulhijjah, MUI PPU Imbau Khatib Jumat dan Idul Adha Selipkan Doa Khusus untuk Gaza Palestina

PENAJAM – Tragedi dan problematika kemanusiaan di Gaza, Palestina, hingga saat ini masih terus berlangsung dengan memilukan. Agresi dan kezaliman militer Israel tiada hentinya memburu nyawa-nyawa mulia warga sipil Palestina. Merespons duka mendalam yang tak kunjung usai ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh elemen umat Islam, khususnya para pemegang mimbar khutbah.

Memasuki sepuluh awal bulan Dzulhijjah 1447 H—momentum mulia menjelang puncak ibadah haji di Tanah Suci—MUI PPU mengajak para khatib Jumat dan khatib Idul Adha mendatang untuk menjadikan mimbar sebagai sarana penguat solidaritas internasional.

Mimbar Khutbah: Sarana Mengingat Perjuangan Gaza

Ketua Umum MUI Kabupaten PPU, KH. Abu Hasan Mubarok, menegaskan bahwa mimbar khutbah memiliki peran strategis untuk mengetuk kesadaran spiritual dan kemanusiaan jemaah. Beliau mengimbau para khatib untuk menyelipkan narasi perjuangan dan doa khusus bagi kemerdekaan Gaza dari cengkeraman Israel di dalam materi khutbah mereka.

“Kami mengetuk hati para khotib Jumat dan khotib Idul Adha di seluruh wilayah Penajam Paser Utara untuk memanfaatkan momen khutbah sebagai sarana pengingat. Saudara-saudara kita di Gaza sangat membutuhkan pertolongan kita, dan senjata terkuat orang mukmin yang bisa kita kirimkan saat ini, minimal adalah untaian doa yang tulus,” ungkapnya.

Poin-Poin Imbauan MUI PPU bagi Para Khatib:

  • Menyelipkan Doa Qunut Nazilah: Para imam dan khatib dianjurkan untuk menghidupkan kembali pembacaan doa Qunut Nazilah pada shalat-shalat wajib maupun shalat Jumat demi keselamatan warga Palestina.
  • Mengingatkan Esensi Pengorbanan: Dalam pelaksanaan khutbah Idul Adha nanti, khatib diharapkan mampu mengaitkan nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dengan keteguhan serta pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan oleh warga Gaza hari ini.
  • Menggalang Kepedulian Konkret: Mengajak jemaah untuk tidak hanya berhenti pada doa, melainkan ikut aktif menyalurkan bantuan dana kemanusiaan terbaik mereka melalui lembaga-lembaga filantropi yang tepercaya dan legal.

Mengetuk Berkah di Hari-Hari Istimewa

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu-waktu di mana doa-doa dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, MUI PPU berharap gelombang doa yang dipanjatkan serentak dari seluruh masjid di Penajam Paser Utara dapat menjadi kekuatan maknawi yang menguatkan fisik dan batin para pejuang di garis depan Gaza.

Sinergi kepedulian ini merupakan bukti bahwa umat Islam di beranda Nusantara tidak akan pernah melupakan kesucian Masjidil Aqsa dan hak kemerdekaan bangsa Palestina.

Naskah panduan materi khutbah bertema Palestina dan informasi kegiatan keagamaan lainnya dapat diakses melalui portal resmi https://muipenajam.or.id. Untuk koordinasi penayangan materi atau layanan umat, silakan hubungi Admin resmi MUI PPU di nomor 085696781668.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *