PENAJAM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), KH. Abu Hasan Mubarak, menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Pengurus Daerah Majelis Zikir Nurul Wathon Kabupaten PPU. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut digelar di Kantor MUI PPU pada Kamis (30/4/2026).
Dalam pertemuan strategis tersebut, pengurus Majelis Zikir Nurul Wathon menyampaikan sejumlah program kerja keumatan, sekaligus menyampaikan permohonan resmi kepada Ketua Umum MUI PPU untuk berkenan menjadi penasehat dan pembimbing bagi majelis zikir tersebut di wilayah Penajam Paser Utara.
Merespons permohonan tersebut, Ketua Umum MUI PPU menyambut baik iktikad pengurus dan memberikan sejumlah pandangan serta arahan terkait arah perjuangan umat ke depan. Ia mengingatkan bahwa ruang lingkup dakwah saat ini harus semakin komprehensif dan menyentuh realitas kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tantangan umat ke depan tidak lagi sekadar berkutat pada urusan pemahaman keagamaan atau upaya mewujudkan harmonisasi antarumat beragama, tetapi juga harus berfokus pada urusan ekonomi umat yang harus terus tumbuh dan dikembangkan.
“Agama Islam ini secara paripurna menetapkan keseimbangan pada semua aspek kehidupan manusia. Jadi, zikir sebagai asupan rohani tentu harus terus dijaga kelestariannya. Namun di saat yang sama, ekonomi umat juga harus ditegakkan untuk memenuhi asupan energi dan berbagai kebutuhan duniawi lainnya,” urainya.

Keseimbangan antara habluminallah (hubungan dengan Allah) melalui majelis zikir dan penguatan muamalah (hubungan antarmanusia) di sektor ekonomi dinilai menjadi kunci kejayaan umat di masa mendatang.
Kendati mendorong adanya gerakan yang inklusif dan memikirkan kemajuan duniawi, Ketua Umum MUI PPU memberikan satu catatan penting bagi para pengurus Majelis Zikir Nurul Wathon. Ia mewanti-wanti agar kemurnian majelis zikir benar-benar dijaga kelestariannya sebagai wadah spiritual yang suci.
“Namun, zikir tetap harus bersih dari semua unsur-unsur yang dapat mengotori nilai ruhani zikir itu sendiri,” tegasnya di hadapan para pengurus.
Melalui pertemuan ini, diharapkan akan terjalin sinergi dan kolaborasi dakwah yang kuat antara MUI dan Majelis Zikir Nurul Wathon, demi mencetak umat yang tangguh secara ekonomi namun tetap memiliki fondasi tauhid dan spiritualitas yang kokoh di Kabupaten Penajam Paser Utara.